Sejarah Desa

31 Januari 2017 19:18:39 WITA

Sejarah Singkat Desa Sembiran

Seringkali kita dengar bahya Desa Sembiran adalah Desa Kuno. Akan tetapi sejauhmana kekunoan itu bagi sementara pihak kurang dipahami.

Pada tahun 1971 Drs. R>P> Suejono mantan Kepala Dinas Purbakala Cabang Gianyar, telah mengadakan penelitian didesa Sembiran. Dalam Pada itu telah diadakan penggalian disebelah Utara Desa Sembiran dan berhasil diketemukan alat-alat Batu berwujud :

  1. Bentuk strika;
  2. Bentuk side chopper (alat pemotong);
  3. Bentuk proto hand-axes (kapak tangan);
  4. Bentuk hammeratones (palu dari batu); dan
  5. Bentuk flakes (alat batu kecil untuk mengiris).

Alat-alat tersebut termasuk alat-alat jaman batu tua (Paleo litihcum). Menurut dugaan bahwa sampai saat ini belum diketemukan jenis manusia mana yang mendukung/menciptakan alat-alat tersebut. Berbeda dengan penemuan digoa Chonkotine dimana alat-alat itu diketemukan berama-sama dengan fosil manusia, manusia itu dinamakan Sinanthropus

Pekiensis, tergolong jenis Pithanthropus Erectus (manusia kera berdiri tegak) yang diperkirakan hidup sekitar 500.000 tahun yang lalu.

Disamping penemuan alat-alat jaman batu tua itu, diketemukan pula benda-benda megalith (benda atau bangunan batu besar) berbentuk batu berdiri tegak, pundan berundak-undak.

Usia benda megalith itu sekitar 2.000 sebelum masehi atau jaman Neilithicum.

Atas dasar penelitian yang dilakukan oleh Drs. Made Sutaba dengan dibantu dari Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional pada tahun 1971 dan tahun 1972, maka dari 20 pura dan ada 17 pura mempunyai unsur megalith sedangkan 3 pura lainya tidak mengandung unsur megalith.

Menurut pendapat Dr.R.Goris (Bali Atlas Kebudayaa), bahwa bentuk Pura di Bali amat berbeda dengan bangunan suci di India atau Candi di Jawa, yang bentuknya seperti Balairung, sedangkan pura di bali terdiri dari beberapa pelinggih di lapangan terbuka dan dibatasi oleh tembok/pagar.

Adapuntujuan masyarakat membuat bangunan megalith itu untuk menyembah arwah nenek moyang. Penyembahan ini merupakan warisan dari jaman prasejarah dan masih hidup sampai sekarang disebagaian masyarakat Indonesia.

Dengan penemuan alat-alat jaman batu tua dan benda-benda megalith tersebut maka dapatlah disimbulkan bahwa pada jaman prasejarah daerah ini telah dihuni oleh penduduk.

Sebab tidak mungkin ada bangunan kalau tidak manusia yang membuatnya.

Peninggalan jaman sejarah yang terdapat didesa Sembiran adalah berupa prasasti perunggu sebanyak 10 lembar, Prasasti itu terdiri golongan.

Adapun urutan kronologisnya sebagai berikut:

  1. Prasati jaman Ratu Ugrasena ( 24 Januari 923 M );
  2. Prasati jaman Raja Tabranidra - Warmadewa ( 19 Desember 951 M );
  3. Prasasti jaman Raja Janasadhu – Warmadewa ( 6 April 975 M );
  4. Prasati jaman Ratu dari Ajua – Dewi ( 11 September 1016 M );
  5. Prasasti jaman Anak Wungcu ( 10 Agustus 1065 M ); dan
  6. Prasasti jaman Raja Jaya Pangus ( 22 Juli 1181 M ).

Prasasti itu pada dasarnya membuat peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh Raja / Ratu yang berlaku untuk desa Julah dan sekitarnya, termasuk desa Sembiran.

Adalagi peninggalan dalam bentuk Awig-awig atau sima desa. Sima desa ini ditulis diatas lontar dalam bahasa Bali – Kawi atau disebut juga Bali Tengahan. Sebagaimana kita ketahui, penulisan diatas daun lontas dengan menggunakan bahasa Bali – Kawi muncul kira-kira pada abad ke-XIV ( Pemula jaman kerajaan Gelgel ). Sima ini berisikan aturan-aturan mengenai :

  1. Riwayat Pimpinan Desa Pekraman;
  2. Kepercayaan dan Upacara Yadnya;
  3. Ketertiban dan Keamanan;
  4. Perkawinan;
  5. Kewajiban masyarakat dan Pakraman;
  6. Peraturan hukum;
  7. Larangan-larangan;
  8. Hal utang-piutang;
  9. Pembagian waris;
  10. Sangsi-sangsi; dan
  11. Hasil denda.

Ada kemungkinan pula bahwa diantara aturan-aturan itu sudah ada sebelumnya. Dengan demikian terjadilah alih bahasa, dari bahasa Bali Kuno kedalam bahasa Bali Tengahan. Hal ini di perkuat oleh kenyataan bahwa desa Sembiran mempunyai bahasa yang agak berbeda dengan sebagian besar desa-desa di Bali, yang dapat diduga disebabkan oleh lamanya dan intensifnya pengaruh bahasa Bali Kuno.

Selain dari pada itu, isi sima itu sendiri dalam bagian riwayat pemimpin desa pakraman menyebutkan bahwa Sri Rahyangta Kandyawan yang menjadi Raja di Medang ( disebut juga Medang Kemulan – Jawa Tengah ) bersama-sama putra-putra dan pengiring Baginda berlayar sampai ketempat ini. Ditempat yang baru ini merekan membuat hutan, membangu gaga, tegalan dan ladang. Setelah selesai pembabatan itu mereka mengadakan upacara bhuta yadnya. Dari sejarah kita ketahui bahwa Kerajaan Medang Kemulan adalah tertua di Jawa Tengah, kurang lebih abad ke-VII.

Atas dasar yang tersebut dalam sima itu dibuatlah simbul desa seperti tertera dibawah ini. Simbul ini menyerupai “DUPA” Sedangkan “DUPA” adalah atribut ( senjata ) dari Sanghyng Mahisora. Menyerupai pula bentuk perahu layar dan bukit. Perahu layar karena Sri Baginda beserta pengiringnya berlayar dari Jawa menuju desa ini. Bentuk bukit melambangkan letak desa ini didaerah perbukitan, sesuai dengan sebutan Bali Aga  ( Aga berarti Gunung ), Bulatan ditengah melambangkan kebulatan persatuan, dasar warna merah mengandung arti fajar menyingsing, yang dapat diartikan sebagai tanda kebangkitan dalam pembangunan.

Gambar berwarna kuning emas melambangkan kesucian, ditengah-tengah terdapat tulisan “ WUKIR SAMIRANA” berwarna hitam, warna hitam melambangkan ketenangan. “WUKIR” diartikan Bukit; sedangkan “SAMIRANA” ada kekuatan. Keseluruhannya mengandung arti bahwa masyarakat penghuni daerah perbukitan ini bersatu bulat dan kemauan keras untuk membangun desanya menuju desa Pancasila.

            Desa Sembiran pada awalnya terdiri dari dua dusun yaitu ; Dusun  Kawanan dan Dusun Kanginan namum karena wilayah perdusun sangat luas dan kepadatan penduduk, maka pada tahun 1986 dua Dusun tersebut dikembangan menjadi enam dusun yaitu ; Dusun Kanginan, Dusun Kawanan, Dusun Dukuh, Dusun Anyar, Dusun Bukit Seni, Seni,dan Dusun Panggung. berikut memperlihatkan struktur Pemerintahan Desa dalam setiap Periode: 

Tabel 2.1 Data Pejabat Perbekel, Ketua LKMD/LPMD dan BPD Desa Sembiran Tahun 1619-2018

No

Masa Jabatan

Kepala Desa

LKMD/LPM

BPD

1

 

I Ringgung

-

-

2

 

I Nengah Seriman

-

-

3

 

I Wayan Suandri

-

-

4

 

I Wayan Ginastra

-

-

5

 

I Ketut Suardika

-

-

6

 

I Wayan Samiada

 

 

 

 

Pj.I Ketut Bagiara

 

 

7

 

I Ketut Sujana

 

 

8

 

 I Wayan Samiada

 

I Ketut Sumardi,Spd

 

 

Pj. I Wayan Samiada

 

 

9

 

Pj.I Gede Ardipa

I Ketut Rendi Wisnu Pradana

I Komang Suarnaya,Spd

10

 

I Nengah Sariada

I Ketut Rendi Wisnu Pradana

I Komang Suarnaya,Spd

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Media Sosial

FacebookTwitterYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Lokasi Sembiran

tampilkan dalam peta lebih besar